Pengolahan Limbah Oli Kapal Menjadi Produk Bernilai Guna
DOI:
https://doi.org/10.55642/jpmm.v4i01.1291Keywords:
limbah oli kapal; pengolahan; produk bernilai guna; pengabdian masyarakat; kepulauan riauAbstract
Aktivitas pelayaran dan operasional kapal di wilayah kepulauan menghasilkan limbah oli dalam jumlah besar yang berpotensi mencemari ekosistem laut jika tidak dikelola dengan benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan penyuluhan, pelatihan teknis, dan pendampingan kepada para nelayan serta operator kapal di Pelabuhan Ikan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam mengenai pengolahan limbah oli kapal menjadi produk-produk bernilai ekonomi tinggi, seperti oli re-refined, bahan bakar alternatif, material pengikat aspal, dan pelumas industri. Metode yang digunakan mencakup pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, demonstrasi teknologi filtrasi dan sentrifugasi, praktik langsung, serta monitoring pasca-pelatihan. Kegiatan dilaksanakan selama empat bulan (Juli–Oktober 2024) dengan melibatkan 45 peserta dari kalangan nelayan, operator kapal, dan pengelola pelabuhan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta rata-rata sebesar 78,4% berdasarkan nilai pretest-posttest, serta terbentuknya Kelompok Pengelola Limbah Oli Mandiri (KPLOM) Kabil Nongsa berbasis komunitas.









