Analisis Pengaruh Pemanasan Bahan Bakar Solar Terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Kepekatan Asap Gas Buang pada Mesin Diesel Isuzu Panther
DOI:
https://doi.org/10.55642/eatij.v8i02.1364Keywords:
Mesin Diesel, Pemanasan Bahan Bakar, Solar, Konsumsi Bahan Bakar, Kepekatan Asap Gas Buang.Abstract
Mesin diesel merupakan salah satu jenis mesin pembakaran dalam yang banyak digunakan karena memiliki efisiensi termal yang tinggi serta konsumsi bahan bakar yang relatif lebih hemat dibandingkan mesin bensin. Namun demikian, proses pembakaran yang tidak sempurna masih menjadi salah satu penyebab meningkatnya konsumsi bahan bakar dan tingginya emisi asap gas buang. Salah satu metode yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembakaran adalah melakukan pemanasan bahan bakar sebelum proses injeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanasan bahan bakar solar melalui upper tank radiator terhadap konsumsi bahan bakar dan kepekatan asap gas buang pada mesin diesel Isuzu Panther. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan variasi panjang pipa pemanas sebesar 0,45 m, 0,90 m, dan 1,35 m. Pengujian dilakukan pada putaran mesin 1000, 1500, 2000, 2500, dan 3000 rpm serta tekanan injeksi nosel 100, 110, dan 120 kg/cm². Konsumsi bahan bakar dihitung berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan 20 cc solar, sedangkan kepekatan asap diukur menggunakan smoke tester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanasan bahan bakar mampu menurunkan viskositas solar sehingga proses atomisasi menjadi lebih baik dan pembakaran berlangsung lebih sempurna. Kondisi optimum diperoleh pada panjang saluran pemanas 1,35 meter dengan tekanan injeksi 120 kg/cm² yang menghasilkan konsumsi bahan bakar paling hemat serta nilai kepekatan asap sebesar 0,38 K-m⁻¹. Dengan demikian, pemanasan bahan bakar dapat menjadi alternatif sederhana untuk meningkatkan efisiensi mesin diesel sekaligus menurunkan emisi gas buang.
Downloads
References
Arismunandar, Wiranto. 1998. Pedoman Untuk Mencari Sumber Kerusakan,
Me raw at, dan Menjalankan Kendaraan Bermotor. Jakarta : Pradnya Param ita.
Arismunandar, Wiranto & Koichi Tsuda.2002. Motor Diesel Putaran Tinggi.
Jakarta : PT. Pradnya Paramita.
Haryono, G. 1984. Mengenal Motor Bakar. Semarang: CV Aneka Ilmu. Soenarta, Nakula. 1985. Motor Serba Guna. Jakarta: Paradnya Paramita. Soenarta, Nakula & Shoici Purunama.1995. Motor Serba Guna.
Jakarta : PT. Pradnya Paramita.
Stephenson, George E, 1984, Small Gasoline Engine, New York: Delman Publisher Inc.
Suharsimi, Arikunto. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta: Rineka Cipta.
Suyanto, Wardan. 1989, Teori Motor Bensin, Jakarta: DEPDIKBUD.
VW, Maleev. 1991, Internal Combustion Engine, California: Me Graw-Hill Book Company.
www.beritaiptek.com
www.energi LI PI .go. id www.lemigas.esdm.go.id
www.library/bahanbakar/2002/php.( ASTM. 1991)
www.Pertamina.con/produk/bahanbakarminyak/elpijidanBBG/htm.2003 www.Pertamina.com/produk/bahanbakarminyak/htm.2005 www.plasmaotomotif.com
www.unsrat.ac.id/menlh-5-2006










